Polling Bulan Ini

Bagaimana pelaksanaan proses akademik di semester genap ini?

Kurang
Cukup Bagus
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Lihat Hasil Polling
Download Terbaru
Hubungi Admin
  • Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi admin via WA & Telegram.

    082292396640 @lewikiswanto
  • Kegiatan MEBIG dalam Rangka Memperingati Kegiatan Jumad Agung dan Paskah
    Artikel berita - Kategori Kemahasiswaan | Diposting pada : 2017-04-06 -|- 12:04:pm
    Share this article on

    Mahasiswa STT STARS LUB akan Melaksanakan Kegitan MEBIG yang di pusatkan di Sinode GPIBK pada 4 Jemaat, antara lain 1). Jemaat Gunung Karmel Tolulus, 2). Jemaat Sinear Batang - Babasal, 3) Jemaat Bukit Zaitun Paisu Batu, 4). Tok Sion Tompudau. Kegiatan mulai tanggal 14 April 2017 s/d 19 April 2017.


    Sejarah


    Dimulai dari krisis ekonomi di Inggris pada abad ke-18. Robert Raikes yang adalah wartawan surat kabar di Inggris meliput berita mengenai keadaan tersebut. Dalam tugasnya tersebut, Raikes menemui banyak anak-anak yang harus menjadi tenaga kerja di pabrik-pabrik sebagai buruh kasar. Mereka bekerja dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu. Pada hari Minggu mereka libur.


    Anak-anak tersebut memiliki uang sendiri untuk mereka belanjakan, hasil dari upah mereka sebagai buruh. Hari Minggu mereka habiskan untuk bersenang-senang. Minum-minuman keras, berjudi, bertingkah liar, dan tindakan-tindakan yang tidak terpuji lainnya.


    Hati Raikes tergerak. Dia lantas membuka sebuah kelas yang terletak di sebuah dapur kecil milik Meredith di kota Scooty Alley. Kelas tersebut dibuka setiap hari Minggu. Awalnya anak-anak diajarkan sopan santun, kebersihan, membaca, menulis, dan sebagainya. Perkembangan selanjutnya mulai diajarkan ajaran-ajaran Alkitab.


    Kelas ini berkembang. Dalam waktu empat tahun sekolah yang diadakan pada hari Minggu itu semakin berkembang bahkan ke kota-kota lain di Inggris. Dan jumlah anak-anak yang datang ke sekolah hari minggu terhitung mencapai 250.000 anak di seluruh Inggris.


    Ketika Robert Raikes meninggal dunia pada tahun 1811, jumlah anak yang hadir di Sekolah Minggu di seluruh Inggris mencapai lebih dari 400.000 anak. Gerakan di Inggris ini akhirnya menjalar ke berbagai tempat di dunia, termasuk negara-negara Eropa lainnya dan ke Amerika.
    Dasar-Dasar Pelayanan Sekolah Minggu Anak


    Berikut ini dasar Alkitab dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru mengenai pelayanan sekolah minggu.


    Pelayanan Anak Masa Perjanjian Lama (Ulangan 6:4-7)
    Pembinaan rohani anak dilakukan sepenuhnya dalam keluarga (Ulangan 6:4-7).
    Pada zaman pembuangan ke Babilonia, orang tua wajib mengirimkan anak-anaknya yang berusia di bawah lima tahun ke sinagoga untuk dididik oleh guru-guru sukarelawan yang mahir dalam kitab Taurat. Anak-anak dikelompokkan dengan jumlah maksimum 25 orang dan dibimbing untuk aktif berpikir dan bertanya, sedangkan guru menjadi fasilitator yang selalu siap sedia menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.


    Pelayanan Anak Masa Perjanjian Baru (1 Timotius 3:15)
    Ketika orang-orang Yahudi yang dibuang di Babilonia diizinkan pulang ke Palestina, mereka meneruskan tradisi membuka tempat ibadah sinagoge ini di Palestina sampai masa Perjanjian Baru.
    Tradisi mendidik anak-anak secara ketat terus berlangsung sampai pada masa rasul-rasul (1 Timotius 3:15) dan gereja mula-mula. Namun, tempat untuk mendidik anak perlahan-lahan tidak lagi dipusatkan di sinagoge tetapi di gereja, tempat jemaat Tuhan berkumpul.
    Sekolah_MingguPerkembangan Sekolah Minggu di Indonesia


    Dari para misionaris yang pergi melayani ke negara-negara Asia, akhirnya pelayanan anak melalui Sekolah Minggu juga hadir di Indonesia.


    Berikut beberapa dugaan perkembangan pelayanan sekolah minggu di Indonesia. Masih dugaan karena memang tidak ada catatan resminya bagaimana sekolah minggu di Indonesia mulai berkembang.


    Ada inisiatif pribadi membuka pelayanan anak dan menggunakan hari Minggu, seperti yang disebarkan para misionaris. Ada beberapa catatan surat pribadi, sebelum Indonesia merdeka, bahwa anak-anak dikumpulkan di rumah tangga-rumah tangga.
    Biasanya anak-anak ikut dalam kebaktian gereja bersama orang tuanya dikumpulkan untuk ibadah sendiri.
    Pada abad ke-19 sekolah minggu berkembang di Eropa dan Amerika. Akibatnya juga terasa di Indonesia terutama di daerah Zending-Zending.
    Permulaan abad 20 Zending-Zending mendirikan sekolah untuk anak-anak dan kebaktian Anak. Ada beberapa buku pedoman mengajar PAK anak yang diterbitkan oleh para missionaris/Zending.
    Dari Dewan Gereja Indonesia (sekarang PGI) dibentuk "Seksi Sekolah Minggu sementara" dan disahkan pada tahun 1953.


    MEBIG


    MEBIG merupakan singkatan dari Memory, Bible, Game, pertama kali ditemukan oleh Pdt. Masatoshi "Gonbei" Uchikoshi dari Gereja Airin Chapel, Sapporo, Hokkaido, Jepang sekitar 1985. Dasar prinsip MEBIG adalah memandang anak sebagai manusia dengan kata-kata "tidak ada anak-anak yang disebut anak-anak, tetapi ada anak-anak yang adalah manusia.". Pada saat itu masalah yang dirasakan adalah gereja mengabaikan pelayanan terhadap anak, gereja tidak menyenangkan bagi anak dan anak-anak tidak dilatih untuk melayani. Dan ternyata masalah ini juga merupakan masalah pada banyak gereja. Selama program ini diterapkan dalam gereja, gereja bertumbuh 10 kali lipat. Melihat hal ini, gereja-gereja di negara lain seperti Korea, Taiwan, Hong Kong, dan Indonesia mulai mengikuti model belajar ini yang diterapkan dalam pelayanan Sekolah minggu. Di Indonesia, MEBIG diperkenalkan oleh Sudi Ariyanto, yang kemudian menamai lembaganya dengan nama MEBIG Indonesia.

    Agenda Terbaru
    Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 24504 user
  • IP address : 54.236.246.85
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Link Terkait
    Berita Akademik

    Kegiatan Seminar Nasional Persekutuan Sekolah - Sekolah Tinggi Setia Arastamar Indonesia (PRESTASI )

    2017-05-04 - 02:50:pm | Kategori Akademik | oleh admin

     Seminar Nasional  yang diselenggarakan oleh Persekutuan Sekolah - Sekolah Tinggi Setia Arastamar Indonesia (PRESTASI )  b.....Baca Selanjutnya

    Sekilas Pemimpin Tradisional Rante Balla

    2015-09-22 - 12:05:pm | Kategori Akademik | oleh direktur
    1. 1.      Asal-usul kepemimpinan tradisional dalam masyarakat Rante Balla<.....Baca Selanjutnya
    Renungan

    Sukacita Dalam Penderitaan Membuahkan Kebaikan

    2019-01-28 - 01:50:am | Kategori Harian | oleh admin

    Pendahuluan

    1. A.    Latar Belakang

    Kitab Kisah.....Baca Selanjutnya

    Materi E-Learning
    Sekolah Tinggi Teologia (STT) STAR'S LUB
    Jl. Sungai Bunta Nomor 4. Kel. Keleke Kec. Luwuk Kab.Banggai, Prov. Sulawei Tengah
    Telp: 085241359597 email : purnama.pasande@gmail.com, sttstarslub.luwuk@gmail.com