Polling Bulan Ini

Bagaimana pelaksanaan proses akademik di semester genap ini?

Kurang
Cukup Bagus
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Lihat Hasil Polling
Download Terbaru
Hubungi Admin
  • Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi admin via WA & Telegram.

    082292396640 @lewikiswanto
  • HISTORITAS KEBANGKITAN YESUS
    Artikel berita - Kategori Harian | Diposting pada : 2017-05-16 -|- 04:28:am
    Share this article on

    “HISTORITAS KEBANGKITAN YESUS”


     Oleh:



    1. SEMY DJULANDY BALUKH

    2. DANIEL FERDINAND SELAN

    3. OSKAR SOPANG

    4. OVERIANUS HALAWA

    5. AMINADAB BENU


    A.      Latar Belakang Masalah


     Satu pernyataan Yesus yang menarik untuk disimak adalah “Celakalah dunia dengan segala penyesatannya, memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya (Matius 18:7).”Seiring dengan perkembangan zaman, sampai saat ini perkataan Tuhan Yesus itu masih tetap relevan dengan kehidupan dan iman setiap orang percaya. Betapa tidak, ada begitu banyak ajaran sesat yang hadir pada saat ini yang mengguncang iman orang percaya.


    Berbagai buku[1] yang menghina dan mendiskreditkan Yesus Kristus dan kekristenan juga telah diterbitkan dan masuk dalam daftar buku-buku terlaris di dunia dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa sehingga dengan mudah dapat dibaca olah oleh banyak orang. Luke Timothy Johnson menyatakan,


     


    “Pada umumnya buku-buku sensasi demikian,[2] cenderung memiliki kesamaan yaitu ditekankannya keabsahan ilmiah buku dibanding pengajaran gereja; menawarkan ajaran baru yang tidak dikenal atau ditolak gereja; kebenaran Injil ditawarkan menurut gengsi penyelidikan sejarah yang biasanya dilihat dari sumber-sumber luar; ditonjolkannya isi buku yang provokatif; dan mempunyai maksud agar kekristenan menguji kembali atau bahkan mengubah ajaran-ajaran tradisional gereja.”[3]


     


    Yesus sebagai tokoh inti dari kekristenan yang diimani oleh umat-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat telah menjadi sosok yang sangat kontroversial selama kurang lebih dua ribu tahun.Yesus telah menjadi pusat pembicaraan di sepanjang sejarah dan mendapat sorotan baik dari mereka yang pro maupun yang kontra terhadap Yesus.Yesus telah menjadi sosok yang dikasihi, disegani dan bahkan kehidupan-Nya diteladani namun Yesus juga telah menjadi tokoh yang begitu dibenci dan dikritisi bahkan dinista.


    Beberapa pakar[4] menganggap kekristenan itu sudah kuno dan perlu diperbaharui, serta menganggap bahwa kekristenan itu keliru dan akhirnya mereka menawarkan kebenaran-kebenaran yang palsu[5] yang bertentangan dengan Alkitab, salah satunya adalah masalah kebangkitan Yesus Kristus.


    Harus diakui bahwa kebangkitan Yesus sebagai suatu hal yang disanksikan atau bahkan telah diputarbalikkan kebenarannya bukanlah sebuah pembahasan yang baru, akan tetapi masalah kebangkitan perlu mendapatkan perhatian yang khusus sebab iman Kristen berdiri di atas pondasi Yesus yang bangkit dari kematian, “bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;” (1 Kor. 15:4).


    Michael Green sebagaimana dikutip oleh Kenneth Richard Samples menyatakan, “Kekristenan tidak menjadikan kebangkitan sebagai salah satu dari sekian banyak ajaran keyakinan.Tanpa iman dalam kebangkitan, kekristenan tidak akan pernah ada.”[6]“Tidak ada sikap netral dalam perdebatan ini: kekristenan berdiri kokoh atau runtuh berdasarkan kebenaran kebangkitan Yesus.”[7]Wilbur Smith yang juga dikutip oleh Samples menyatakan, “makna kebangkitan adalah perkara teologis, tetapi fakta dari kebangkitan adalah persoalan historis.”[8]


    Sedangkan menurut beberapa orang, Yesus telah mati dan pernyataan kekristenan bahwa Yesus bangkit adalah sebuah kebohongan besar.Hal ini didasarkan pada penemuan sepuluh osuarium di makam Talpiot yang dipercaya sebagai makam dari Yesus yang diceritakan secara khusus di dalam Perjanjian Baru.Menurut Deshi Ramadani,


     


    “Dalam penggalian tersebut di temukan 10 osuarium.Satu di antaranya dinyatakan hilang. Pada Sembilan osuarium itu, ada enam yang memiliki inskripsi nama: Yesus anak Yusuf, Maria, Mariamne e Mara (Maria Magdalena), Yoses, Matius, Yudas anak Yesus. Seluruh inskripsi tersebut tertulis dalam bahasa Aram, kecuali inskripsi Maria Magdalena yang tertulis dalam bahasa Yunani”.[9]


    Beberapa teori tersebut antara lain dikemukakan oleh:


     


    Ioanes Rakhmat,


     


    “Jika sisa-sisa jasad Yesus memang ada di bumi ini, maka kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga tidak bisa lagi dipahami sebagai kejadian-kejadian sejarah objektif, melainkan sebagai metafora.Para penulis PB sendiri pasti memahami keduanya sebagai metafora; jika tidak demikian, mereka adalah orang-orang yang sudah tidak lagi memiliki kemampuan untuk membedakan mana realitas dan mana fantasi dan delusi.Dalam metafora, sebuah kejadian hanya ada di dalam pengalaman subjektif, bukan dalam realitas objektif.Yesus bangkit, ya, tetapi bangkit di dalam memori dan pengalaman hidup dihadiri dan dibimbing oleh Rohnya. Yesus telah naik ke surga, ya; dalam arti: dia telah diangkat dalam roh, untuk berada di sisi Allah di kawasan rohani surgawi. Kebangkitan dan kenaikan tidak harus membuat jasad Yesus lenyap dari makamnya.”[10]


     


    James D. Tabor,


     


    “Jenazah yaitu orang yang secara medis sudah mati, tidak mungkin bangkit; Yesus tentu saja sudah mati setelah menjalani penyaliban ala Romawi dan ditempatkan selama tiga hari di dalam sebuah makam. Karena itu, jika makam itu ditemukan kosong, maka hanya ada satu kesimpulan historis yang sederhana: Jenazah Yesus telah dipindahkan oleh seseorang dan dimakamkan kembali ditempat lain.”… “Berdasarkan analisis bukti baru dari investigasi ini, kelihatannya sangat besar kemungkinan bahwa Makam Talpiot adalah keluarga Yesus”.[11]


     


    Herlianto mengomentari film “The Lost Tomb of Jesus[12] dengan mengatakan,


     


    “Film “The Lost Tomb of Jesus” diawali dengan “praduga tak bersalah” –nya Mahkamah Agama Yahudi, yang menurut Injil disebut telah manaburkan dusta bahwa jasad Yesus benar-benar dicuri dan dipindahkan oleh para murid-Nya ke tempat lain secara rahasia. Hal itulah yang ingin ditunjukkan Jacobovici, dan tempat itu adalah makam Talpiot.”[13]


     


    Jadi, kesimpulannya Yesus mati dan tidak bangkit sebab tulang-tulang-Nya ditemukan di dalam osuarium di Makam Talpiot.


     



    1. Pendekatan Metode


    Menyikapi akan hal di atas, maka dengan merujuk pada pernyataan di atas Wilbur Smith bahwa kebangkitan Yesus adalah sebuah fakta historis, maka penulisan makalah ini dibuat untuk membuktikan bahwa kebangkitan Yesus Kristus adalah sebuah fakta historis yang dapat dibuktikan dengan menggunakan Classical Method dan Clarification Method untuk mematahkan teori bahwa makam Talpiot adalah makam dari Yesus Kristus yang diberitakan bangkit secara khusus di dalam keempat Injil.


     



    1. 2.      Definisi Istilah


    Makalah ini berjudul “Historitas Kebangkitan Yesus”.Kata “historitas” berarti kesejarahan; nilai atau kandungan sejarah dari suatu peristiwa (kejadian) yang penting.[14]Untuk memahami substansi dari kebangkitan Yesus, maka alangkah baiknya kita memisahkan terlebih dahulu dua varian ini (kebangkitan dan Yesus).Kata kebangkitan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki kata dasar bangkit yang berarti “(i) bangun, (ii) hidup kembali.”[15] Sedangkan, Kata “Yesus” sama dengan Yesus Kristus (Ibr. “Allah Menyelamatkan“ dan Yun. “Yang Diurapi”).Yesus dilahirkan sekitar tahun 7/6 SM, disalibkan sekitar tahun 30 M, diimani sebagai satu pribadi Ilahi (Putra Allah) dalam satu kodrat (sungguh dan sepenuhnya Ilahi dan Manusiawi).[16]Dengan demikian pengertian dari “Historitas Kebangkitan Yesus” berarti “nilai sejarah dari peristiwa penting tentang Yesus yang hidup kembali setelah mengalami kematian.”


     



    1. B.     Historitas Kebangkitan Yesus


     


    Apakah tulang belulang yang ada dalam osuarium yang berinskripsikan “Yesus anak Yusuf” adalah Yesus dari Nazaret seperti yang diceritakan oleh keempat Kitab Injil? Teori dari Jacobovici tentang jenazah Yesus yang dicuri merupakan sebuah teori kuno yang juga pernah dilakukakan oleh para imam-imam kapala yaitu dengan cara menyogok para serdadu Romawi agar mereka menyatakan bahwa murid-murid Yesus telah datang pada malam hari dan mencuri mayat Yesus ketika para serdadu itu tidur (Mat. 28:11-15).


    Berbeda dengan Jacobovici, dengan sedikit lebih halus Tabor menyatakan  bahwa jenazah Yesus telah dipindahkan dan dikuburkan di tempat lain. Craig Evans menyatakan, “kecil kemungkinannya mayat Yesus dipindahkan tanpa sepengetahuan keluarga-Nya. Jika mayat Yesus telah dipindakan dan ditaruh di tempat lain, keluarga dan murid-murid-Nya pasti menemukannya. Namun, mereka tidak menemukannya, itu karena mayat-Nya tidak dipindahkan sama sekali. Tidak ada kubur kedua”.[17]


     


    Hal senada juga dikemukakan oleh Bock dan Wallace,


     


    “Jika  jenazah Yesus dipindahkan ke makam lain, maka pasti ada orang lain  di luar keluarga yang tahu, karena mereka yang menyediakan makam ini. Berita Yesus bangkit menimbulkan kecurigaan bagi mereka yang menyediakan makam bagi Yesus dan keluarga-Nya. Dalam Alkitab tidak ada indikasi bahwa murid-murid ingin menciptakan Yesus yang  “bangkit”, sebaliknya, kebangkitan Yesus mengejutkan mereka.”[18]


     


    Kubur Yesus ditemukan kosong karena Yesus telah bangkit dari kubur-Nya, Yesus telah mengalahkan maut dan membuktikan diri-Nya sebagai seorang Mesias yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama untuk membebaskan manusia dari ikatan Dosa. Geisler dan Brooks menyatakan,


     


    “Ada beberapa nubuat yang paling penting digenapi oleh Kristus, dan perikop Perjanjian Baru menunjukkan penggenapannya. Yesus dilahirkan oleh seorang perempuan (Kej. 3:15; Gal. 4:4), dilahirkan dari seorang perawan (Yes. 7:4; Mat. 1:21 dst.), dari benih Abraham (Kej. 12:1-3; 22:18; Mat. 1:1; Gal. 3:16), dari suku Yehuda (Kej. 49:10; Luk. 3:23, 33; Ibr. 7:14), dari keluarga Daud (2 Sam.7:12; Mat. 1:1), dilahirkan di Betlehem ( Mi. 5:2; Mat. 2:1; Luk. 2:47), diurapi oleh Roh Kudus (Yes. 11:2; Mat. 3:16-17), diberitakan oleh utusan Tuhan (Yohanes Pembaptis) (Yes. 40:3; Mal. 3:1; Mat.3:1-2), akan melakukan mujizat (Yes. 35:5-6; Mat. 9:35), akan menyucikan Bait Allah (Mal. 3:1; Mat. 21:12 dst.), ditolak oleh orang Yahudi (Mzm. 118:22; 1 Ptr. 2:7), mati dengan cara dihina (Mzm. 22; Yes. 53), yang mencakup: penolakan (Yes. 53:3; Yoh. 1:10-11; 7:5, 48), membisu dihadapan pendakwa-Nya (Yes. 53:7; Mat. 27:12-19), diolok-olok (Mzm. 22:8-9; Mat. 27:31), dipaku tangan dan kaki-Nya (Mzm. 22:17; Luk. 22:33), disalibkan bersama pencuri (Yes. 53:12; Mat. 27:38), berdoa untuk orang yang menyalibkan-Nya (Yes. 53:12; Luk. 23:43), ditikam rusuk-Nya (Zak. 12:10; Yoh. 19:34), dikuburkan dalam pemakaman orang kaya (Yes. 53:9; Mat. 27:57-60), pakaian-Nya diundi (Mzm. 22:19; Yoh. 19:23-24), akan bangkit dari kematian (Mzm. 16:10; Mrk. 16:6; Kis. 2:31), naik ke sorga (Mzm. 68:19; Kis. 1:9), akan duduk di sebelah kanan Allah (Mzm. 110:1; Ibr. 1:3).”[19]


     


    Bukti bahwa Yesus telah bangkit yaitu dengan cara bahwa Yesus sendiri menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Trivena Ambarsari menyatakan,


     


    “Keempat kitab Injil mencatat tentang kubur yang kosong dan kebangkitan Kristus dari antara orang mati (Mat.28; Mrk. 16; Luk.24; Yoh. 20). Yesus menampakan diri kepada Maria Magdalena (Yoh. 20:11-18), Maria yang lain (Mat. 28:1,2), Kefas (1 Kor. 15:5), dua orang murid yang berjalan ke Emaus (Luk. 24:13-35), Yakobus (1 Kor. 15:7), sepuluh orang murid (Luk. 24:36-43), Tomas dan sepuluh murid lain (Yoh. 20:26-29), tujuh orang murid di Danau Tiberias (Yoh. 21:1-14), lebih dari 500 orang (1 Kor. 15:6), sebelasorang pada hari kenaikan-Nya (Mat. 28:16-20; Kis. 1:1-11), dan akhirnya kepada Paulus (1 Kor. 15:7). Dia berulang-ulang menampakan diri kepada para murid selama 40 hari (Kis. 1:3).”[20]


     


    Yesus yang menampakkan diri kepada murid-murid-Nya adalah bukti nyata bahwa Ia telah bangkit dari kematian. Yesus menampakkan diri dan murid-murid-Nya melihat Dia serta menjamah Dia, bahkan mereka makan bersama-sama dengan Dia. Douglas Grothuis menyatakan,


     


    “Yesus sendiri menampakan diri kepada murid-murid-Nya beberapa kali selama 40 hari sebagai Tuhan atas kehidupan.Yesus setelah memperlihatkan realitas tubuh-Nya yang nyata dan jelas (Luk. 24:39).Yesus diperlihatkan sebagai Allah dalam wujud manusia, disalibkan sebagai Sang Mesias, namun kini bangkit dari antara orang mati sebagai Tuhan.”[21]


     


    Kebangkitan Yesus merupakan suatu hal suatu peristiwa ajaib yang diceritakan oleh keempat Injil.Maka dengan tidak mengakui kebangkitan Yesus sebagai sebuah fakta sejarahmaka hal ini sebenarnya ingin menyingkirkan kisah ajaib ini dengan membuat sebuah kisah fiktif yang pernah dibuat oleh imam-imam kepala, dengan menyatakan bahwa Yesus tidak bangkit.Pernyataan yang pada dasarnya bertentangan dengan kesaksian Alkitab.


    Orang-orang yang mengkritik kebangkitan Yesus pada dasarnya tidak menyadari bahwa ada hal-hal mujizat yang sebenarnya historis yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.Faktanya adalah bahwa mujizat yang sering terjadi secara kasat mata justru disangkali oleh mereka. Deshi Ramadani menyatakan,


     


    “Ada banyak orang yang menurut ilmu kedokteran yang menderita penyakit yang tidak tersembuhkan justru mengalami kesembuhan.Tidak sedikit dokter yang harus mengatakan bahwa penyembuhan itu memang tidak bisa dijelaskan secara logis berdasarkan pendekatan ilmiah.Jika penyembuhan terjadi di luar jangkauan medis, siapakah seseorang yang menerimanya sebagai sebuah keajaiban atau mujizat?Di suatu pihak, penyembuhan itu begitu kasat mata dan secara empiris bisa dibuktikan. Dan lain pihak, tidak bisa dibuktikan sacara jelas apa atau siapa yang menyembuhkan orang yang bersangkutan.[22]


     


    Pernyataan bahwa Yesus tidak bangkit—secara khusus oleh Tabor—adalah akibat dari pada lebih dipercayainya bukti arkeologi dari pada bukti-bukti yang ada dalam kitab-kitab Injil yang secara eksplisit merupakan bukti yang paling tua tentang kehidupan Yesus.Witherington menyatakan, “dalam kasus Tabor, kecintaannya kepada arkeologi membuatnya memperlakukan arkeologi dan konteks sejarah sebagai sumber utama dan teks-teks Perjanjian Baru sebagi sumber sekunder bagi penyusunan berbagai proposalnya”.[23] Berbicara tentang penemuan osuarium di Makam Talpiot, menurut seorang ahli arkeologi William G. Dever yang dikutip oleh Harold Lolowang menyatakan,


     


    “I’m not a Christian. I’m not a believer. I don’t have a dog in this fight. I just think it’s a shame the way this story is being hyped and manipulated. I’ve known about these ossuries for many years and so have many other archaeologists, and none of us thought it was much period. It’s a publicity stunt, and it will make these guys very rich, and it will upset millions of innocent people because they don’t know enough to separate fact from fiction.”[24]


     


    Dengan menyandarkan argument pada penemuan makam Talpiot, Jacobovici dan mereka yang sepaham dengan dia terlihat terlalu cepat dan sangat tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan bahwa Yesus tidak bangkit kerena tulang-belulang-Nya ditemukan di Talpiot.Mereka telah mengesampingkan bukti-bukti dari Alkitab danjuga tradisi pekuburan Yahudi pada zaman Yesus.Satu hal yang juga dilupakan—atau mungkin sengaja dilupakan—bahwa pada masa hidup Yesus, orang yang memiliki kuburan keluarga adalah orang-orang yang golongan ekonominya menengah ke atas.Sedangkan Yesus sendiri berasal dari keluarga miskin dan hal ini secara khusus diakui oleh Tabor. Menurut Jodi Magness yang dikutip oleh Harold Lolowang menyatakan,


     


    “Pada masa Yesus hidup di Palestina, Yesus berasal dari keluarga miskin.Talpiot (termasuk Yerusalem) berada di wilayahYudea.Sedangkan, keluargaYesus berasal dari Nazaret di Utara Israel, yang masuk wilayah Galilea. Jika Yesus dan keluarga-Nya berasal dari keluarga kaya, makam keluarga-Nya yang permanen tidak akan ditempatkan di Yerusalem. Jika Ia dikubur di Talpiot, osuarium-Nya harus bertuliskan Yesus dari Nazaret, bukan Yesus anak Yusuf.”[25]


     


    Bukti yang lain bahwa nama Yesus adalah nama yang umum adalah seperti yang dinyatakan oleh Bock dan Wallace,


     


    “Seorang ahli sejarah, Josephus, menemukan sekitar 20 pria bernama Yesus, dan 10 di antaranya hidup pada masa Kristus. Ditambah dengan fakta betapa sembarangan penulisan nama Yesus di osuarium  yang ditemukan, kemungkinannya adalah osuarium di Talpiot bukanlah milik Yesus dari Nazaret. Semua ahliyang telah diwawancarai (Pfann, Kloner, Ilan) sepakat bahwa nama-nama tersebut terlalu umum.”[26]


     


    Tabor dan teman-temannya tidak menyadari ataukah mungkin dengan sengaja tidak disadari oleh mereka, bahwa ketika murid-murid bersaksi tentang Yesus yang bangkit dan ketika kitab-kitab Injil ditulis, ada banyak saksi mata yang masih hidup.


     


    Herlianto menyatakan,


     


    “Harus disadari bahwa ketika Injil ditulis, banyak saksi mata yang masih hidup. Jadi kalau jasad Yesus disembunyikan di kuburan lain, apa perlunya Mahkamah Agama Yahudi berdusta mengenai pencurian jasad, lalu menyuap para tentara Romawi yang menjaga kuburan-Nya? Mereka tentunya cukup menunjukkan lokasi makam Talpiot.”[27]


     


    Bukti yang ada harus disadari adalah argumentasi-argumentasi dari orang-orang yang menulis tentang pribadi Yesus selalu berbeda-beda karena pada umumnya tidak sependapattentang apa yang dialami oleh Yesus, pendapat mereka juga saling kontradiksi satu dengan yang lain. Herlianto menyatakan,


     


    “Berbagai teori yang mengkritik Yesus umumnya tidak sependapat, seperti: Yesus disalib, dan jasad-Nya dimangsa anjing (versi John Dominic Crossan), Yesus memang disalib tapi hanya pingsan, Ia kemudian melarikan diri lewat lorong-lorong gua Qumran (Barbara Thiering), Yesus mati dan tulang-tulang-Nya ditemukan di Talpiot (versi The Lost Tomb of Jesus), Yesus yang pergi ke India dan dikuburkan di Srinagar, Kashmir (versi Notovitch, Hasnain,dan Ahmadiah), adapun versi Jepang, yang menyebutkan bahwa Yesus dikuburkan di Herai, sebuah pulau di Jepang Utara (versi Thiaoouba Prophecy).”[28]


     


    Dari pernyataan di atas, terlihat bahwa para pakar tersebut bukan hanya saja saling bertentangan satu dengan yang lain tetapi apa yang mereka nyatakan juga bertentangan dengan pernyataan dari para penulis Injil. Berbeda dengan beberapa pakar di atas, keempat Injil juga tidak ditulis hanya oleh satu orang, tetapi empat orang dengan latar belakang berbeda.Tapi pada intinya, inti pemberitaan mereka tentang Yesus tidak saling bertentangan.Para penulis Injil sama-sama menulis tentang Yesus yang mati disalib, dikubur di kuburan milik Yusuf Arimatea, dan kemudian kuburan itu ditemukan kosong karena Yesus telah bangkit.Dengan demikian, berita tentang Yesus yang ada dalam kitab-kitab Injil lebih dapat dipercaya keotentikannya.


     


    Adji A. Sutama menyatakan,


     


    “Dalam rekonstruksi Dinasti Yesusnya, Tabor menekankan Yesus sebagai Mesias.Namun dengan menolak kebangkitan Yesus, atau dengan memisahkan kebangkitan dan kemesiasan, Mesias versi Tabor lebih tampak sebagai Mesias palsu yang tidak mendapat pengesahan Allah dengan membangkitkan-Nya dari antara orang mati.Padahal kemesiasan Yesus seharusnya tidak dipisahkan dari kebangkitan-Nya, sebagaimana terungkap di dalam pengakuan iman awal jemaat, misalnya, “Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus” (Kis. 2:36).”[29]


     


    Kalau Yesus tidak bangkit dan tulang-tulang-Nya ada di Talpiot, mengapa para murid rela mati hanya untuk mempertahankan iman mereka bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati? Untuk apa mereka rela mati hanya demi sesuatu yang tidak benar atau sesuatu yang sia-sia? Samples menyatakan, “Kitab Kisah Para Rasul menggambarkan suatu transformasi dramatis dan abadi dari sebelas orang.Mengerikan, para rasul yang kecut hatinya dan ketakutan, setelah penyaliban Yesus, berubah menjadi pengkhotbah yang berani dan, dalam beberapa kasus, rela mati sebagai martir.”[30]


    Yesus yang mana, yang dimaksud oleh Tabor, Jacobovici dan Rakhmat yang tidak bangkit?Jawabannya adalah Yesus yang tulang-tulang-nya ada di Talpiot.Yesus yang direkonstruksi oleh fakta sejarah yang lemah, jika dikaji secara sejarah pekuburan Yahudi. Dengan demikian Yesus makam Talpiot bukanlah Yesus dari Nazaret yang diceritakan oleh keempat Injil karena Yesus dari Nazaret kubur-Nya ditemukan kosong karena Ia telah bangkit.


    Kebangkitan Yesus adalah dasar yang kokoh bagi iman Kristen dan keyakinan ini telah mencapai dua puluh abad. Kepercayaan akan kebangkitan Yesus adalah suatu kepercayaan terhadap kebenaran dan bukan terhadap suatu kesia-siaan (1 Kor. 15:12). Alkitab tidak pernah merevisi laporannya tentang Yesus yang bangkit. Hal ini membuktikan bahwa apa yang diceritakan dalam Alkitab adalah bukti yang absolut. Dengan demikian, kebenaran dari Injil tidak perlu untuk diragukan keabsahannya karena Yesus Kristus telah mati dan pada hari yang tiga Ia telah “bangkit” mengalahkan maut.


     



    1. C.    Konklusi


     


    Sebagai orang-orang yang percaya pada Yesus Kristus, orang Kristen sering diperhadapkan pada berbagai kontroversi iman dan bahkan menjadi kontroversi di tengah-tengah dunia yang semakin hari semakin tidak mengenal Allah.Akan tetapi, hal tersebut bukan menjadi alasan bagi setiap orang percaya untuk takut menghadapi berbagai serangan dari pihak-pihak yang tidak menyukai kekristenan (1 Ptr. 3:14).


    Sepanjang sejarah, tidak ada tokoh seperti Yesus Kristus.Yesus telah menjadi tokoh yang kontroversial dan sejarah membuktikan bahwa tidak ada tokoh yang selalu digugat mulai kelahiran sampai kematiannya selain dari pada Yesus. Peristiwa seputar kehidupan Yesus memang kontroversial dan menuai badai kritik yang cukup banyak, bukan hanya dari orang-orang di luar kekristenan akan tetapi juga dari dalam diri kekristenan sendiri dan contohnya adalah James D. Tabor dan Ioanes Rakhmat yang adalah seorang sarjana teologi.


    Rekonstruksi mengenai Yesus yang tidak bangkit adalah sekularisasi (penduniawian) dan menganggap bahwa apa yang diyakini gereja selama ini tentang Yesus merupakan kepercayaan yang sudah usang sehingga Tabor, Rakhmat dan Jacobovici mencoba untuk  menciptakan cerita baru tentang Yesus. Yesus memang menjadi kontroversi dan titik kontroversinya adalah karena selama ini orang Kristen meyakini Yesus benar-benar telah bangkit dari kematian.Akan tetapi sangat disayangkan bahwa mereka hanya mengungkap metode-metode ilmiah dan penemuan-penemuan arkelogi yang ada untuk mengungkapkan siapa Yesus, menutup mata terhadap bukti penting mengenai kehidupan Yesus dalam Alkitab, khususnya kitab-kitab Injil.


    Argumentasi Yesus tidak bangkit pada dasarnya tidak berdiri pada dasar yang kuat dan kokoh yaitu kebenaran Alkitab, yang merupakan standar bagi kehidupan setiap manusia dan juga telah mengesampingkan kebenaran berita Injil yang pada dasarnya bukanlah kumpulan interpretasi, akan tetapi lahir dari kumpulan-kumpulan kesaksian tentang pribadi Yesus Kristus.


    Dari segi usia bukti Alkitab khususnya Injil tidak pernah berubah, akan tetapi jika dibandingkan dengan teori-teori tentang pribadi Yesus, justru teori-teori yang beredar tentang Yesus dari luar kitab-kitab Injil berbeda-beda isinya, tidak sependapat bahkan saling bertentangan. Dengan demikian, berita Injil tetap dapat dipercaya sebagai bukti sejarah tentang kehidupan Yesus, pelayanan-Nya, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya, karena Yesus dalam Alkitab adalah Yesus yang tidak pernah berubah. “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr. 13:8).Soli Deo Gloria


     


    DAFTAR PUSTAKA 


     


     


    Alwi. Hasan, dkk, Kamus Besar Bahasa Indonesia: 3 Jakarta: Balai Pustaka, 2002


    Ambarsari. Trivena, Kristologi (Doktrin Kristus) Surabaya: Momentum, 2002


    Bock. Darrell L. dan Daniel B. Wallace, Mendongkel Yesus dari Takhta-Nya Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009


    Collins. Gerald O’, dan Edward G. Farrugia, Kamus Teologi Yogyakarta:Kanisius, 1996


    Evans. Craig  A., Merakayasa Yesus Yogyakarta: Andi Offset, 2007


    Geisler. Norman dan Ron Brooks, Ketika Alkitab Dipertanyakan Yogyakarta: ANDI Offset, 2007


    Groothuis. Douglas, Yesus di Zaman Kontroversi Jakarta: Verbum Dei Books, 2008


    Herlianto, Menggugat Yesus Bandung: Kalam Hidup, 2008


    Lolowang. Harold, Yesus Nazaret vs Makam Talpiot Yogyakarta: ANDI Offset, 2008


    Paparang. Stenly R., Kamus Multi Terminologi: Sebuah Kamus dengan Multi Bahasa Jakarta: Delima, 2013


    Pate. C. Marvin & Sheryl L. Pate, Disalibkan Oleh Media: Fakta dan Fiksi tentang Yesus Sejarah Yogyakarta: ANDI Offset, 2007


    Samples. Kenneth Richard, Without a Doubt: Menjawab 20 Pertanyaan Tersulit tentang Iman Malang, Literatur SAAT, 2014


    Sutama. Adji A.Yesus Tidak Bangkit? Jakarta: BPK.Gunung Mulia,2007


    Tabor, Dinasti Yesus, Jakarta: Gramedia Pustaka Umum, 2007


    Witherington. Ben III, Apa Yang Telah Mereka Lakukan Pada Yesus? Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007


     


     


    Sumber Lain:


     


    KOMPAS, Edisi 5 Mei 2007


    http://ioanesrakhmat.com/2008/01/kontroversi-temuan-temuan-keluarga-yesus.htm1


    http://ioanesrakhmat.blogspot.co.id/2015/10/kontroversi-sekitar-temuan-makam.html


     


     







    [1] Buku-buku yang penulis maksudkan adalah: The Life of the Holy Issa (Nicholas Notovitch), Jesus The Man (Barbara Thiering), Born of a Woman: A Bishop Rething the Birth of Jesus (John Shelby Spong), The Davinci Code (Dan Brown), Yesus, Maria Magdalena dan Makam Keluarga (Ioanes Rakhmat), The Jesus Family Tomb (Simcha Jacobovici dan Charles Pallegrino), dll. Lihat Herlianto, Yesus Digugat (Jakarta: Yabina dan Mitra Pustaka, 2006




    [2] Buku-buku yang dimaksudkan adalah Dinasti Yesus, Jesus The Man, Misquoting Jesus, The Life of the Holy Issa, Holy Blood, Holy Grail, dan The Da Vinci Code.




    [3] www.sabrina.wordpress.com/jesus-dinasty.




    [4] Beberapa pakar yang penulis maksudkan adalah: H. S. Reimarus, Barbara Thiering, Nicholas Notovitch, Rene Descartes, John Dominic Crossan, Carel L. King, Marcus J. Borg, Dan Brown, Ioanes Rakhmat, dll.




    [5] Kebenaran-kebenaran palsu yang penulis maksud adalah tentang beberapa ajaran sesat seperti Marcion, The Children of God, Saksi Yehofa, dll. Kebenaran palsu lainnya adalah mengenai apa yang dinyatakan oleh tokoh-tokoh seperti Marcus J. Borg yang menyatakan bahwa Alkitab bukan firman Allah, Dan Browm yang menyatakan Yesus menikah dengan Maria Magdalena, Ioanes Rakhmat yang menyatakan bahwa kebangkitan Yesus hanya bersifat metafora, Barbara Thiering yang menyatakan bahwa Maria mengalami kecelakaan seksual dengan Yusuf pacarnya, sebelum mereka menikah dan melahirkan Yesus, dll.




    [6]Kenneth Richard Samples, Without a Doubt: Menjawab 20 Pertanyaan Tersulit tentang Iman (Malang, Literatur SAAT, 2014), 169




    [7]C. Marvin Pate & Sheryl L. Pate, Disalibkan Oleh Media: Fakta dan Fiksi tentang Yesus Sejarah (Yogyakarta: ANDI Offset, 2007), 193




    [8]Samples, Without a Doubt, 169




    [9] KOMPAS, Edisi 5 Mei 2007, hlm 39. Berkenaan dengan osuarium-osuarium tersebut, Jacobovici, Pallegrino, dan James Tabor, berpendapat bahwa “terkumpulnya nama-nama anggota keluarga Yesus dalam makam Talpiot sebagai suatu Cluster, adalah suatu kejadian unik yang belum pernah ditemukan sebelumnya dalam satu situs galian arkeologis yang terlokasi dan terkontrol.” Pandangan mereka ini didukung oleh kajian statistic yang memanfaatkan teori “probabilitas”, dan juga memperhitungkan baik demografi (ilmu kependudukan) kota Yerusalem pra-tahun 70 (berpenduduk antara 25.000-75.000 orang, dibuat rata-rata menjadi 50.000 orang) maupun data nama-nama yang telah dicatat yang berasal dari semua makam yang telah ditemukan di kawasan-kawasan perbukitan  kota Yerusalem. Lih. http://ioanesrakhmat.com/2008/01/kontroversi-temuan-temuan-keluarga-yesus.htm1





    [11]Tabor, Dinasti Yesus,(Jakarta: Gramedia Pustaka Umum, 2007), 390, 397-398




    [12]Film ini disutradarai oleh James Cameron dan Simcha Jacobovici




    [13]Herlianto, Menggugat Yesus (Bandung: Kalam Hidup, 2008), 270




    [14] Stenly R. Paparang, Kamus Multi Terminologi: Sebuah Kamus dengan Multi Bahasa (Jakarta: Delima, 2013), 391




    [15]Hasan Alwi, dkk, Kamus Besar Bahasa Indonesia: 3 (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), 93




    [16]Gerald O’ Collins, dan Edward G. Farrugia, Kamus Teologi (Yogyakarta:Kanisius, 1996), 356




    [17] Craig  A. Evans, Merakayasa Yesus (Yogyakarta: Andi Offset, 2007), 271 




    [18] Darrell L. Bock dan Daniel B. Wallace, Mendongkel Yesus dari Takhta-Nya (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009), 243




    [19] Norman Geisler dan Ron Brooks, Ketika Alkitab Dipertanyakan (Yogyakarta: ANDI Offset, 2007), 132




    [20] Trivena Ambarsari, Kristologi (Doktrin Kristus) (Surabaya: Momentu, 2002), 19. Bdk. dengan Norman Geisrel dan Ron Brooks, Ketika Alkitab Dipertanyakan, 147, “Yesus menampakan diri dua belas kali setelah kebangkitan-Nya, yaitu: kepada Maria Magdalena (Yoh. 20:11); kepada perempuan lain (Mat. 28:9-10); kepada Petrus (Luk. 24:32); kepada kedua murid (Luk. 24:13-32); kepada sepuluh rasul (Luk. 24:33-49); kepada Tomas dan rasul-rasul lain (Yoh. 20:26-30); kepada tujuh rasul (Yoh. 21); kepada semua rasul (Kis. 1:4-9); kepada 500 saudara (1 Kor. 15:6); kepada Yakobus (1 Kor. 15:7); kepada Paulus (1 Kor. 15:7)”.Lihat juga Kenneth Richard Samples, Without a Doubt, 173.




    [21] Douglas Groothuis, Yesus di Zaman Kontroversi (Jakarta: Verbum Dei Books, 2008), 240




    [22] Kompas, Edisi 5 Mei 2007, 39




    [23]Ben Witherington III,Apa Yang Telah Mereka Lakukan Pada Yesus?(Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007), 406-407




    [24] Harold Lolowang, Yesus Nazaret vs Makam Talpiot (Yogyakarta: ANDI Offset, 2008), 169




    [25]Lolowang, Yesus Nazaret vs Makam Talpiot, 189. Harold Lolowang menambahkan, “menurut tardisi di Yudea pada saat itu, semua orang yang menjadi warga asli Yudea, nama tambahannya adalah nama orangtuanya. Sedangkan, orang yang berasal dari luar Yudea, harus diberi nama yang menunjukkan asal daerahnya. Dari Alkitab, diketahui bahwa Yesus berasal dari Nazaret, Ia disalib di Yerusalem (yang masuk wilayah Yudea) karena itu, tulisan di atas salib Yesus bunyinya “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi”. Demikian juga, karena Yesus tidak berasal dari Yudea, maka osuarium Yesus yang harus ditulis Yesus dari Nazaret, karena Talpiot berada di Yerusalem.” 201-203.




    [26] Darrell L. Bock dan Daniel B. Wallace, Mendongkel Yesus dari Takhta-Nya, 246-247. Bdk. Dengan  Jacobovici yang dikutip oleh Harold Lolowang  menyatakan, “diperkirakan bahwa selam masa penggunaan osuarium di Yerusalem, jumlah penduduk laki-laki 80.000. dari jumlah tersebut, 7.200 bernama Yesus dan 11.200 bernama Yosef. Professor Tal Ilan mencatat 8 nama Maria pada 193 osuarium. Oleh sebab itu, kira-kira satu dari 24 perempuan dipanggil dengan nama Maria”. Bdk. Juga dengan Herlianto, Menggugat Yesus, hlm. 272, menyatakan, “Amos Kloner, yang ikut serta dalam pembukaan makam Talpiot pada tahun 1980, menyebutkan bahwa nama-nama itu sangat umum di Israel. David Menorah, kurator museum Israel, menyebutkan bahwa menyamakan kelompok nama itu dengan nama kelurga Yesus adalah tidak  masuk akal. Lagi pula, memasukan osuarium Yakobus  ke dalam jajaran Talpiot  itu pun terlihat  dipaksakan”


    Dari pernyataan Jocobovici ini, Lolowang  menayatakan, “Buku The Jesus Lost Tomb yang meragukan kebangkitan Kristus dan menyatakan bahwa jazat-Nya telah ditemukan dalam osuarium,  justru secara  tidak langsung  membuktikan bahwa osuarium yang  ditemukan di Talpiot bukan makam kelurga Yesus dari Nazaret. Di makam itu kebetulan ada nama Yesus, Yusuf, Maria, Maria Magdalena, dan semua itu bukan keluraga Yesus dari Naaret”. Lih. Harold Lolowang, Yesus Nazaret vs Yesus Makam Talpiot, hlm. 194




    [27]Herlianto, Menggugat Yesus, 277




    [28] Herlianto, Menggugat Yesus, 280




    [29] Adji A. Sutama, Yesus Tidak Bangkit?, 163




    [30]Samples, Without a Doubt, 175



    Agenda Terbaru
    Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 24485 user
  • IP address : 54.236.246.85
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Link Terkait
    Berita Akademik

    Kegiatan Seminar Nasional Persekutuan Sekolah - Sekolah Tinggi Setia Arastamar Indonesia (PRESTASI )

    2017-05-04 - 02:50:pm | Kategori Akademik | oleh admin

     Seminar Nasional  yang diselenggarakan oleh Persekutuan Sekolah - Sekolah Tinggi Setia Arastamar Indonesia (PRESTASI )  b.....Baca Selanjutnya

    Sekilas Pemimpin Tradisional Rante Balla

    2015-09-22 - 12:05:pm | Kategori Akademik | oleh direktur
    1. 1.      Asal-usul kepemimpinan tradisional dalam masyarakat Rante Balla<.....Baca Selanjutnya
    Renungan

    Sukacita Dalam Penderitaan Membuahkan Kebaikan

    2019-01-28 - 01:50:am | Kategori Harian | oleh admin

    Pendahuluan

    1. A.    Latar Belakang

    Kitab Kisah.....Baca Selanjutnya

    Materi E-Learning
    Sekolah Tinggi Teologia (STT) STAR'S LUB
    Jl. Sungai Bunta Nomor 4. Kel. Keleke Kec. Luwuk Kab.Banggai, Prov. Sulawei Tengah
    Telp: 085241359597 email : purnama.pasande@gmail.com, sttstarslub.luwuk@gmail.com